Ombak Setinggi 4 meter Melanda Perairan Sukabumi, Warga Diminta Waspada

PALABUHANRATU – Selama seminggu terakhir, kondisi ombak di wilayah perairan Kabupaten Sukabumi, khususnya di pesisir Palabuhanratu, menunjukkan intensitas yang cukup tinggi.

Hal itu menurut Kasat polairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar, dimana berdasarkan peakiraan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) ketinggian ombak diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Bacaan Lainnya

Personel Satpol Airud Polres Sukabumi Sambut World Ocean Day 2024 Dengan Bersih Bersih Sampah di PantaiTermasuk Pantai Sukabumi, BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di selatan JabarTermasuk Pantai Sukabumi, BMKG Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Jabar

“Kondisi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga tanggal 13 Juni, dengan ketinggian ombak yang masih mencapai 2,5 hingga 4 meter,” kata Kasat Polairud, AKP Tenda Sukendar kepada Radar Sukabumi. Kamis, (13/6).

Meskipun belum ada laporan mengenai dampak serius, kata Tenda Sukendar air laut yang pasang telah mencapai wilayah batas pantai seperti pantauan di muara pantai Citepus hingga Kebun Kelapa, mendekati bangunan-bangunan yang ada di sekitar bantaran pantai.

Hal serupa juga terpantau di wilayah Patuguran dan Rawa Kalong dan seluruh pesisir pantai mulai dari Ujung Genteng hingga Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

“Kami telah menginstruksikan anggota untuk melakukan patroli pesisir dan mengingatkan nelayan serta wisatawan agar berhati-hati, terutama penduduk yang bermukim di bantaran pantai,” jelasnya.

“Karena air pasang bisa terjadi secara tiba-tiba, terutama pada malam hari, subuh, atau sore hari. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu waspada,” lanjut AKP Tenda.

Sejauh ini, lanjut Tenda, terjadi dua insiden yang terjadi pada hari Sabtu lalu, seorang warga Jakarta yang sedang berwisata di Pantai Capital tewas akibat terseret arus saat mandi di laut.

Personel Satpol Airud Polres Sukabumi saat melaksanakan pemantauan di pesisir pantai.

Masih kata Tenda, selain itu, pada hari Minggu, seorang warga Kampung Patuguran yang bukan wisatawan, terseret arus setelah sesaat memungut sampah di pantai, kemudian berenang dan korban hilang setelah terseret ketengah laut, selanjutnya berkat kesigapab tim Sar Gabungan korban ditemukan sekitar satu jam kemudian.

“Korban ditemukan kurang lebih 400 meter dari lokasi kejadian. Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dan telah berhasil dievakuasi,” terangnya.

Hingga saat ini, aktivitas nelayan masih berlangsung dengan aman dan terkendali. Namun, pihak kepolisian dan petugas keamanan terus berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi darurat.

“Alhamdulillah, juga untuk nelayan sampai saat ini masih aman terkendali,” tandasnya. (Ndi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *