Berandal Motor di Kota Sukabumi Masih Eksis

SUKABUMI — Sejumlah warga Kota Sukabumi, kembali diresahkan aksi berandalan motor. Kali ini, dua gerombolan berandal bermotor ini diduga saling serang di Jalan Lingkar Selatan tepatnya dekat Terminal Tipe A, Kecamatan Baros pada Selasa (4/6) lalu.

Aksi berandalam bermotor ini, juga sempat terekam kamera milik warga sekitar. Bahkan, video tersebut viral di media sosial (Medsos) Facebook dan perpesanan. Dalam video berdurasi 57 detik itu, terlihat dari kejauhan bentrok antar dua kelompok berandal motor. Senjata tajam berjenis celurit pendek hingga sepanjang kurang lebih 90 meter.

Bacaan Lainnya

Pemuda di Citepus Sukabumi Tiba Tiba di Serang Kelompok BermotorGerombolan Bermotor di Kota Sukabumi Kembali Berulah, Bacok Warga yang Hendak Bangunkan SahurBawa Samurai Konvoi di Jalan Kopeng Sukabumi, Pemuda Sudajayagirang Diamankan Polisi

Salah seorang warga sekitar, Yudi (41) mengaku, mendengar suara keributan dari rumahnya di lantai dua. Malam itu, dia melihat gerombolan berandal motor sambil berteriak dan membawa sajam.

“Nah pas saya lihat di luar itu ramai, salah satu dari mereka datang dari arah Jalan Pelabuhan II sambil konvoi,” kata Yudi kepada wartawan, Kamis (6/6).

Menurut Yudi, tidak mengetahui permasalahan yang terjadi. Karena tiba-tiba, terdapat dua kelompok berandal bermotor langsung saling serang. Terlebih, wilayah tersebut sering didatangi berandal motor.

“Tidak tahu masalahnya di sini apa hingga ramai (saling serang) tapi di sini memang sering terjadi,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan warga lainnya, Randi (39) melihat berandal motor itu menyeret senjata tajam ke aspal jalanan. Selain sajam, juga melihat ada yang membawa balok kayu.

“Saya lihat itu ada yang datang dari bawah dan sebagian ada yang keluar dari pintu keluar terminal (tempat Angkot Balandongan) bawa balok, celurit. Mereka saling kejar. Akhirnya sebagian ada yang kabur ke atas, ada juga yang balik lagi ke bawah,” timpalnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *