Pertamina Patra Niaga Komitmen Awasi Pengisian LPG di SPBE dan SPPBE di Wilayah Sukabumi

SUKABUMIPT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) berkomitmen melakukan pengawasan takaran isi tabung LPG, dengan melakukan pengecekan kuantitas dan kualitas (Quantity & Quality) LPG ukuran 3 kg di beberapa titik Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Sales Area Retail Sukabumi pada Selasa (28/5).

Hal ini dilakukan untuk menjamin LPG yang dipasarkan ke masyarakat terpenuhi secara kuantitas dan kualitasnya.

Bacaan Lainnya

Dukung Proyek Strategis Pemerintah, Pertamina Patra Niaga Dorong Pemasaran Produk Bitumen di Wilayah Regional Jawa Bagian BaratPertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Raih 2 Penghargaan di Ajang The 16th Annual Global CSR Awards 2024Mantap, Pertamina Patra Niaga RJBB Lakukan Uji Tera di Wilayah Sukabumi dan Cianjur Guna Pastikan Kualitas dan Kuantitas BBM di SPBU

Sales Area Manager Sukabumi Zia Ardhi, dalam kunjungan ke-3 titik SPBE dan SPPBE di wilayah Sukabumi dan Cianjur yakni SPBE PT Patra Trading, SPPBE PT Renata Putra Sentosa dan SPPBE PT Chunnur Company melakukan pengukuran terhadap 80 sampling tabung untuk memastikan ukuran dan berat tabung sesuai.

“Berdasarkan hasil pengecekan tabung LPG 3 kg, seluruh sample tabung memiliki berat tabung dan isi di atas 8 kg dan sudah sesuai dengan ketentuan,” papar Zia melalui keterangan resminya kepada Radar Sukabumi, Rabu (29/5).

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) PT Pertamina Patra Niaga Eko Kristiawan menyampaikan bahwa pengawasan pengisian tabung gas LPG di SPBE dan SPPBE dilakukan di masing-masing wilayah sales area secara berkala untuk memastikan tera meterologi dalam kondisi aktif.

“Pertamina melakukan pengecekan pengisian tabung elpiji secara berkala serta melakukan pengawasan dalam pengisian tabung gas di SPBE dan SPPBE agar takaran LPG yang dipasarkan ke masyarakat tepat,” ujar Eko.

Eko menambahkan, antisipasi adanya residu atau sisa gas di dalam tabung LPG yang mempengaruhi jumlah pengisian ke tabung LPG terus dilakukan di masing-masing stasiun pengisian untuk mencegah adanya kesalahan takaran yang dapat merugikan konsumen dan masyarakat banyak.

“Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi administrasi hingga pencabutan izin operasi kepada SPBE dan SPPBE yang tidak memenuhi ketentuan,” tambah Eko.

Eko juga menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga akan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah untuk mengawasi SPBE dan SPPBE dalam pengisian tabung LPG.

“Kami dari Pertamina Patra Niaga akan terus bekerja sama dengan Kemendag dan juga pemerintah daerah di seluruh sales area Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) untuk melakukan pengawasan-pengawasan,” tutup Eko.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi tentang produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Call Center 135. (*/sri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *