Kick Off PPDB 2024, Begini Kata Kadisdik Jabar Soal Kuota hingga Tindakan Tegas …

BANDUNG – Menjelang musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat (Jabar) tahun 2024. Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar telah melakukan berbagai persiapan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, bahwa terkait penerimaan siswa baru (PPDB) tahun 2024 ini, kuota PPDB di Jabar mencapai 300.000.

Bacaan Lainnya

Kadisdik Jabar Hadiri Kegiatan School Creative Hub 2023, Begini PenjelasannyaKeren, Tiga SKPD Mendapat Penghargaan Pemdaprov Jabar, Diantaranya Disdik Jabar Peringkat 2Disdik Jabar Melaksanakan Silaturahmi Idul Fitri 1445 H, Kadisdik Harapkan Pelayanan Lebih Baik

“Untuk kuota, 300.000-an yang negeri. Secara keseluruhan dengan swasta daya tampung bisa 103 persen dari jumlah peserta didik yang keluar SMP dan MTs,” kata dia, dikutip laman pemprov Jabar.

Pernyataan itu disampaikan Kadisdik Jabar, usai gelar Kick Off PPDB Jabar 2024 yang berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Dipnegoro, Kota Bandung, pada Rabu (8/5/2024) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Kadisdik, terkait sebaran ada sedikit kendala karena dari 627 Kecamatan yang ada di Jabar, sekitar 128 Kecamatan belum ada sekolah negeri.

“Masalahnya di sebaran sehingga untuk yang sekarang dalam jalur zonasi, kita memberikan kuota khusus 128 Kecamatan yang belum memiliki sekolah negeri,” ujarnya.

“Jadi nanti ada kuota khusus di Kecamatan yang berdampingan dengan Kecamatan tersebut,” ucapnya, menambahkan.

Menurut dia, dalam PPDB ini sudah hitungan atau rumus-nya dan hasilnya akan diumumkan. “Ada hitungan rumusnya. Nanti diumumkan berapa kuota untuk yang di Kecamatan tersebut,” ujar Kadisdik.

“Kita tambahkan ke keluarga ekonomi tidak mampu. Jadi kalau kemarin di 12 persen, sekarang di 15 persen,” imbuhnya.

Kadisdik juga menyampaikan, untuk keluarga ekonomi tidak mampu, Pemdaprov Jabar ada keberpihakan terhadap kemiskinan ekstrem berdasarkan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

“Berdasarkan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), terkait kemiskinan ekstrem yang dekat dengan SMA/SMK negeri, kita lakukan semacam jalur undangan. Kita langsung masukin ke sekolah terdekat,” tuturnya

Sementara untuk teknis PPDB 2024, kata dia relatif sama dengan tahun sebelumnya, meski demikia terdapat sedikit atau beberapa perubahan.  Pada 2023, pemanfaatan aplikasi Sapwarga baru dapat dilakukan tahap ke-2.

Sedangkan sekarang (2024) di tahap 1 sudah bisa dilakukan, termasuk di web Disdik Jabar.”untuk komunikasi/ pertanyaan, kita menggunakan AI (kecerdasan buatan),” ungkap Kadisdik.

“Semua peserta didik bisa tanya jawab di situ, kecuali ada kesulitan lain yang tidak bisa dijawab AI, kita masih menyiapkan di sekolah tujuan, cabang dinas, dan kantor Disdik Jabar,” tambahnya.

Kadisdik mengingatkan, bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika ada pihak yang mengikuti PPDB dengan cara-cara diluar aturan yang sudah ditentukan.

“Ada tindakan tegas. Kalau itu dilakukan oleh oknum dari Pemprov Jabar, maka yang memproses pemprov. Tapi kalau perbuatannya berupa pidana, misal pemalsuan dan sebagainya, prosesnya bukan di internal kami. Kita akan sesuaikan dengan ketentuan,” paparnya. (Ron/Hms)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *