Jeritan Keluarga Pelajar yang Tewas Duel Gladiator, Hukum Setimpal!

SUKABUMIKeluarga korban Muhammad Padli Yasin (13) yang meninggal dunia, pasca tragedi duel gladiator yang terjadi di wilayah ruas Jalan Raya Panggeleseran – Babakan, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, tepatnya di depan pabrik veneer milik PT UGT, meminta kepada pihak Kepolisian untuk menguhukum berat pelakunya.

Kepala Dusun Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, Iyus Tejo Gunawan kepada Radar Sukabumi mengatakan, korban yang merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara itu, sudah bisa mengikhlaskan kepergian anaknya.

Bacaan Lainnya

Deretan Kasus Duel Pelajar di SukabumiDuduk Perkara Pelajar SMP Cikembar Sukabumi Saling Bacok Hingga Tewas, Sengaja Janjian!Pelajar SMP Cikembar Sukabumi Tewas usai Duel Gladiator, Lagi-lagi Diviralkan di Medsos!

“Korban itu, anak dari Pak Supriyatna (47) dan Ibu Mul (45). Keluarga korban kondisinya masih berduka karena shock. Hanya kalau kondisi atau keadaannya mereka sudah mengikhlaskan kematian almarhum,” kata Iyus kepada Radar Sukabumi pada Senin (06/05).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa korban terlibat duel gladiator dengan salah satu pelajar dari sekolah SMP yang ada di wilayah Kota Sukabumi itu, pada Sabtu (04/05) sore jelang malam.

“Awalnya, korban itu dibawa ke Klinik Tabayyun Desa Padabeunghar. Namun, karena kondisinya kritis dan peralatannya kurang memadai, akhirnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi menggunakan mobil ambulance Desa Padabeunghar. Tapi, dalam perjalanan korban meninggal dunia. Iya, karena memang pendarahannya banyak di bagian kepala itu,” tandasnya.

Korban telah dikebumikan oleh pihak keluarganya pada Minggu (05/05) sore, tepatnya bada sholat Maghrib, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.

“Harapan dari keluarga korban itu, pelakunya dapat dihukum yang seadil-adilnya atau setimpal dan dia juga akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi mengatakan, ia mewakili pemerintah Desa Padabeunghar mengucapkan bela sungkawa atas kematian pelajar yang merupakan warga desanya. “Kami berharap, perisitiwa ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang kembali dimasa mendatang,” kata Ence.

Sebab itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya untuk menghindari aksi tawuran pelajar. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk menjaga keamanan dan keselamatan diri sendiri serta orang lain di lingkungan sekitar.

“Tawuran pelajar merupakan perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan dapat membahayakan nyawa dan masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang pentingnya menjaga keamanan, bertanggung jawab atas tindakan mereka, serta menghormati sesama,” bebernya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mengajak para orangtua dan guru untuk lebih memperhatikan perilaku anak-anak dan memberikan pendampingan serta arahan yang positif agar dapat menghindari terlibat dalam aksi tawuran pelajar. “Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai untuk anak-anak kita tumbuh dan berkembang,” pungkasnya. (den/d)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *