Sekda Kota Sukabumi Ikut Rakor Pengentasan Kemiskinan Ekstrim di Jawa Barat

BANDUNG – Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Dida Sembada, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Peran dan Fungsi Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat Dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrim di Jawa Barat.

Rakor yang digelar di Kabupaten Bandung pada Selasa, 30 April 2024 ini bertujuan untuk membangun sinergi antar perangkat daerah di 27 kota/kabupaten dalam upaya meningkatkan pemahaman fungsi dan peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah untuk pengentasan kemiskinan di Jabar.

Bacaan Lainnya

Pelepasan Kafilah Kota Sukabumi untuk MTQ ke 38 Tingkat Jawa BaratKeren, Tiga SKPD Mendapat Penghargaan Pemdaprov Jabar, Diantaranya Disdik Jabar Peringkat 2KPPN Sukabumi Sosialisasi Penyaluran Transfer Ke Daerah Tahun 2024

Hadir dalam rakor tersebut para sekretaris daerah dan kepala perangkat daerah terkait dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.

Tiga Strategi Pemprov Jabar Perangi Kemiskinan Ekstrim

Herman Suryatman, Sekda Provinsi Jawa Barat, memaparkan tiga strategi utama Pemprov Jabar dalam memerangi kemiskinan ekstrim:

Penurunan Beban Pengeluaran Masyarakat: Memastikan masyarakat miskin, terutama miskin ekstrem, mendapatkan perlindungan, bantuan, dan jaminan sosial untuk meminimalkan beban pengeluaran mereka.
Peningkatan Pendapatan Masyarakat Miskin: Mempermudah akses terhadap permodalan dan izin usaha untuk mendorong pemberdayaan UMKM dan mencegah masyarakat miskin terjerat pinjaman rentenir.
Minimalisasi Wilayah Kantong Kemiskinan: Melakukan kolaborasi dengan program strategis kabupaten/kota maupun provinsi untuk meminimalisir wilayah kantong kemiskinan.

Dua Strategi Sederhana untuk Menurunkan Stunting

Herman juga menyampaikan dua strategi sederhana untuk menurunkan angka stunting di Jawa Barat:

Sebelum Kelahiran: Memastikan ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah, memeriksakan diri ke petugas kesehatan minimal enam kali, dan mendapatkan asupan protein hewani.
Setelah Kelahiran: Memberikan ASI eksklusif kepada balita 0-6 bulan dan memastikan balita 7-24 bulan mendapatkan MP ASI dan protein hewani.

Sinergi dan Kolaborasi Kunci Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

Herman menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemprov, pemkab/pemkot, dan seluruh elemen masyarakat dalam memerangi kemiskinan dan stunting.

“Entaskan kemiskinan, wujudkan zero new stunting. Insyaallah, angka kemiskinan dan stunting di Jabar akan menurun. Sekali lagi angka Jawa Barat adalah agregasi kabupaten kota. Oleh karena itu bersama-sama, kuncinya adalah sinergi, kolaborasi atau dalam bahasa Sunda adalah sabilulungan,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk mendukung upaya Pemprov Jabar dalam pengentasan kemiskinan dan stunting.

Rakor ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan dan strategi yang lebih konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim dan stunting di Jawa Barat. ***

Penulis: Humas Pemkot Sukabumi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *