Cek, Tol Bocimi Masih Bisa Digunakan Mudik, PT JTT Bakal Lakukan Rekayasa

SUKABUMI – Bencana longsor yang menerjang jalur Tol Bocimi Seksi II Sukabumi, tepatnya di Kilometer 64.600A telah berdampak serius terhadap akaes lalu lintas.

Staf Operasi Pelayanan Lalu Lintas PT JTT, Endang Juwani mengatakan, titik longsor di jalan Tol Bocimi Seksi, tepatnya di Kilometer 64 itu, berada di Kampung Sikup, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sukabumi : Seluruh Angkutan Lebaran wajib lolos Uji Layak OperasiTol Bocimi Longsor, Ini Rekayasa Lalu Lintas Jelang Mudik lebaran 2024Kapolres Sukabumi Sebut Dua Kendaraan Jadi Korban Longsor Tol Bocimi

Longsor terjadi pada bagian badan jalan, sekitar ujung jembatan Tol Bocimi dengan panjang 25 meter dan kedalaman 20 meter. Sementara, untuk tingkat kemiringan badan jalan ambles akibat longsor itu, diperkirakan sekitar 90 derajat.

“Akibat longsor itu, PT JTT melakukan rekayasa lalu lintas di Tol Bocimi. Mulai skema penutupan jalan, one way hingga pembatasan golongan kendaraan yang boleh melintas di tol Bocimi,” kata Endang pada Kamis (04/04).

Saat ini, kondisi jalan Tol Bocimi telah ditutup secara total. Hal ini, dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sambil menunggu perbaikan badan jalan. “Iya, hari ini jalur Jakarta ke Sukabumi ditutup total. Semua kendaraan dialihkan ke Gate Tol Cigombong,” paparnya.

Ketika disinggung mengenai berapa lama waktu estimasi pengerjaan perbaikan jalan tol yang rusak akibat longsor. Endang mengaku belum bisa menjawab. Lantaran, PT JTT hingga saat ini belum mendapatkan kepastian untuk waktu perbaikannya. Sebab, saat ini masih ada kunjungan dari Kementerian PUPR untuk memastikan perbaikannya jalan yang longsor tersebut. Selain itu, kondisi tanah longsor di badan jalan Tol Bocimi Seksi 2, KM 64 sampai saat ini masih terus terjadi longsoran kecil.

“Jadi, untuk penanganan sementara di lokasi longsor sudah ditutup terpal untuk mengurangi air dan itu sudah kami lakukan. Untuk penyebab terjadinya longsor, kajian sementara diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi,” bebernya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *