Penjelasan Kadispenad Brigjen Kristomei Soal Gudang Amunisi Meledak Selama 2 Jam

BOGOR -– Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei Sianturi, Sabtu (30/3) melalui Antara menyampaikan bahwa sejauh ini aparat masih kesulitan mendekat ke lokasi.

Sudah lebih 2 jam  Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya TNI AD di perbatasan Bogor-Bekasi, tepatnya di Ciangsana, Bogor, Jawa Barat, meledak dan terbakar.

Bacaan Lainnya

256 Anggota Gengster Aliansi Bocimi Ditangkap di BogorDua Warga Bogor Meninggal Tertimbun Longsor , Dua Luka-lukaNgilu, Warga Sukabumi Jadi Korban Balap Liar di Bogor, Satu Tewas, Satu Kritis

Gudang amunisi milik TNI AD ini terbakar mulai Sabtu (30/3) sekitar pukul 18.30 WIB dan masih terus terbakar hingga pukul 20.30 WIB atau dua jam lebih.

Gudang amunisi milik Kodam Jaya di Ciangsana itu menyimpan berbagai jenis amunisi TNI AD, termasuk peluru-peluru kaliber besar, amunisi artileri medan, dan artileri pertahanan udara (arhanud).

Namun warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan babinsa terus berkoordinasi dengan instansi lainnya untuk mengamankan masyarakat yang ada di sana.

Kadispenad menyebut hingga pukul 20.23 WIB, api masih membakar kompleks gudang amunisi itu.

“Informasi terakhir dari yang di lapangan masih terjadi, dan kami sukar mendekat karena gudang amunisi ini juga memuat berbagai macam jenis peluru, termasuk yang kaliber besar ada di sana sehingga dikhawatirkan terjadi ledakan-ledakan yang justru dapat membahayakan,” katanya.

“Jadi, kita tunggu dahulu semuanya,” kata Kadispenad.

Brigjen TNI Kristomei sejauh ini juga belum dapat informasi terkait dengan korban jiwa, berikut penyebab ledakan, dan perkiraan kerugian akibat insiden tersebut.

“Informasi korban belum kami terima karena kami belum bisa mendekat ke lokasi. Ledakan masih terjadi, enggak mungkin merapat ke lokasi itu,” katanya.(*)

Penulis: Antara

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *