Jalan Penghubung Gang Kobra Sukabumi Mirip Sungai Kering

CIKOLE – Kondisi Jalan Subangjaya penghubung Gang Kobra Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole kian mengkhawatirkan, bahkan mirip sungai kering. Jalan perbatasan antara RW 06 dan RW 13 tersebut, diketahui sudah beberapa tahun terakhir ini belum tersentuh bantuan pemerintah daerah. Padahal, jalan yangvjuga alternatif menuju kawasan wisata Salabintana  itu, sering dilintasi para pelajar dan akses perekonomian warga.

Salah seorang warga sekitar Husnie mengatakan, sepengetahuannya sudah hampir tujuh tahun jalan tersebut terbengkalai, dengan kondisi yang mengkhawatirkan.

Bacaan Lainnya

Tim Sigalak Tajam DPUTR Kota Sukabumi Gercep Pangkas Pohon TumbangDPUTR Kota Sukabumi Canangkan Rp14 Miliar Untuk Perbaikan JalanDPUTR Kota Sukabumi Bangun 276 Rutilahu, Sedot APBD Rp7 Miliar

Terlebih, jika hujan turun terdapat kubangan air di titik lokasi jalan berlubang. “Yang saya tahu sudah tujuh tahun kondisi jalan ini rusak, awalnya kecil dan dibeberapa titik, namun terus membesar karena tergerus hujan dan banyaknya kendaraan roda empat yang melintas,”ujar Husnie kepada Radar Sukabumi, Selasa (26/3).

Ia berharap, jalan yang merupakan akses utama warga dua ke RW-an ini segera diperbaiki, untuk menghindari yang tidak diinginkan.

“Warga sempat membuat poster lantaran kesal belum ada perbaikan. Semoga aparat pemerintah bisa segera turun tangan dan menyelesaikan persoalan warga ini,” harapnya.

Di tempat terpisah, warga lainnya Emon mengaku, akibat rusaknya ini kerap terjadi kecelakaan, terutama pengendara roda dua yang baru melintas jalan ini. ” Kalau warga disini sudah biasa dan tahu mana jalan yang parah, jadi kebanyakan yang jatuh biasanya pengendara yang baru melintas,” terangnya.

Menurut Emon, warga sudah sering mengadukan persoalan jalan ini kepada pemerintah, terutama kepada pihak kelurahan. Kabarnya sambung dia, tahun ini akan ada perbaikan sesuai hasil rembuk warga dengan pemerintah saat Musrenbang, beberap waktu lalu.

“Sebelumnya, untuk menghindari kecelakaan, warga disini melakukan tambal sulam dengan material seadanya. Namun lantaran material tidak memadai dan bukan peruntukannya, jadi rusak lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Subangjaya, Jumiyati mengaku, pihaknya sudah mengecek dan melakukan pengukuran untuk perbaikan jalan ini. Rencananya, tahun ini akan dilaksanakan perbaikan oleh dinas terkait.

“Kita sudah koordinasi dengan DPUTR dan Insya Allah tahun ini diperbaiki. Untuk teknis perbaikannya dilakukan oleh dinas yang bersangkutan,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pengerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, mencanangkan anggaran sebesar Rp14.257.809.015 untuk rehabilitasi jalan, tanggap darurat dan kegiatan lainnya tahun 2024.

Dari data yang tercatat DPUTR Kota Sukabumi, saat ini terdapat 154 ruas jalan dengan panjang 117,796 kilometer. Dari jumlah total jalan yang berstatus Kota Sukabumi, pemantapan jalan sudah mencapai 86,87 persen. Sementara sisanya, kondisi jalan mengalami tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

“Alhamdulillah jika melihat dari data yang ada, pemantapan jalan saat ini sudah mencapai 86,87 persen. Adapun, pagu anggaran 2024 ini sebesar Rp14.257.809.015,” ungkap Kepala Bidang Binamarga DPUTR Kota Sukabumi, Barlian Hady melalui Teknis Jalan dan Jembatan Ahli Muda Subko Perencanaan Jalan dan Jembatan, Tuti Astuti saat disambangi Radar Sukabumi di ruang kerjanya, belum lama ini.

Tuti menjelaskan, dari pagu anggaran yang sudah dicanangkan tersebut, khusus rehabilitasi jalan pada tahun ini sebesar Rp2.208.107.272 dan sisanya bakal dialokasikan untuk aduan masyarakat, dampak bencana dan kegiatan perbaikan rutin jalan lainnya.

“Apabila dibandingkan dengan taun sebelumnya, pagu anggaran tahun ini mengalami penurunan cukup drastis. Sebab pada 2023 lalu, pagu anggaran mencapai Rp56.895.450,” jelasnya.

Kendati demikian, sambung Tuti, Dinas PUTR Kota Sukabumi tetap optimis dapat memaksimalkan penggunaan anggaran yang dicanangkan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Selain itu, juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi jalan yang ada untuk segera melakukan perbaikan.

“Meski anggaran turun sekitar 33 persen, namun kami tetap berupaya maksimal untuk melakukan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan,” paparnya.

Diharapkan dengan adanya anggaran yang sudah dicanangkan tersebut, kondisi jalan di Kota Sukabumi dapat terus diperbaiki sehingga memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat sebagai menggunakan jalan. “Kami akan terus berupaya untuk membuat perubahan positif dalam pembangunan infrastruktur jalan,” pungkasnya. (why/Bam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *