Santri di Lampung Tewas Saat Kegiatan Pencak Silat, Polisi Selidiki

Jakarta

Seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 Lampung Selatan meninggal dunia. Santri bernama Muhammad Fiqih meninggal usai diduga mengalami penganiayaan saat mengikuti kegiatan pencak silat.

Dilansir detikSumbagsel, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/3/2024) siang di dalam lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda 606. Korban saat itu tengah mengikuti ujian pencak silat untuk kenaikan sabuk setingkat lebih tinggi.

Setelah mengalami sejumlah pukulan, korban kemudian tak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa ini juga dikonfirmasi Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Benar, ada seorang santri di Lampung Selatan siang tadi meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan pencak silat di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda 606 di Kecamatan Kalianda,” katanya.

Dia menuturkan, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazaar Kalianda untuk dilakukan visum. “Sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” ungkap Umi.

Disinggung terkait kemungkinan Muhammad Fiqih tewas setelah mengalami sejumlah penganiayaan dalam kegiatan tersebut. Umi menjelaskan hal tersebut belum bisa disampaikan karena masih dilakukan penyelidikan. “Belum, mohon bersabar saat ini tim Satreskrim Polres Lampung Selatan masih melakukan penyelidikan dengan mendalami keterangan saksi-saksi. Tim juga sudah mendatang lokasinya,” tandasnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(maa/lir) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *