Mata Sering Berkedut, Ini Penyebabnya dan Cara Mencegahnya

JAKARTA — Mata sering berkedut merupakan fenomena di mana otot-otot di sekitar mata berkontraksi secara tak sadar, menyebabkan gerakan berkedip yang terasa seperti berkedip atau berkedut.

Ini merupakan reaksi alami tubuh yang umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Mata berkedut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Meskipun umumnya tidak perlu dikhawatirkan, mata berkedut yang terus-menerus atau berlangsung dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis.

Dilansir dari Healthline pada Selasa (20/2), jenis-jenis kedutan pada mata dapat dikategorikan menjadi tiga tipe yang didasarkanfrekuensi, tingkat keparahan, dan penyebab yang mendasarinya.

Adapun tipe-tipe mata berkedut yakni sebagai berikut.

1. Myokymia

Myokymia merupakan istilah untuk kedutan kelopak mata yang muncul secara tiba-tiba dan sering kali memengaruhi bagian bawah mata. Ini merupakan kondisi umum dan jarang menunjukkan masalah serius.

Kedutan biasanya seperti tarikan lembut dan ringan. Namun, kadang-kadang Anda mungkin mengalami kedutan yang membuat kelopak mata atas dan bawah tertutup. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seringkali karena faktor lingkungan, dan biasanya akan hilang setelah istirahat.

2. Blefarospasme

Kedutan terus-menerus pada kelopak mata bisa menunjukkan adanya blefarospasme esensial yang jinak, yaitu gangguan gerakan (distonia) yang memengaruhi kedua mata. Perempuan memiliki risiko 2,3 kali lebih tinggi untuk terkena dibandingkan laki-laki.

Biasanya, kondisi ini mencapai puncaknya pada saat seseorang berusia 50-70 tahun. Gejalanya bisa semakin buruk seiring waktu dan dapat menyebabkan penglihatan kabur, sensitivitas yang meningkat terhadap cahaya, serta kedutan di wajah.

3. Spasme Hemifasial

Kedutan kelopak mata yang hanya terjadi di satu sisi dapat menandakan adanya spasme hemifasial. Ini adalah gangguan saraf dan otot yang umumnya disebabkan oleh tekanan berlebihan dari pembuluh darah pada saraf wajah. Biasanya, gejala dimulai dengan kedutan yang terjadi sesekali pada kelopak mata.

Pada tahap selanjutnya, spasme hemifasial bisa memengaruhi semua otot di satu sisi wajah. Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, spasme hemifasial lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Kondisi ini juga lebih umum terjadi pada orang Asia.Lalu, apa penyebab mata serinh berkedut

Kedutan oada mata dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, penyebab paling umum mata berkedut diantaranya sebagai berikut:

Kelelahan atau kurang tidur
Stres atau kecemasan
Olahraga
Konsumsi kafein
Iritasi mata, ketegangan, atau goresan kornea
Mata kering
Zat iritan lingkungan, seperti angin, cahaya terang, atau polusi udara
Sklerosis multipel
Konsumsi alkohol
Merokok atau paparan asap tembakau
Obat-obatan, seperti topiramate, clozapine, dan flunarizine
Sensitivitas terhadap cahaya
Pembengkakan lapisan tengah mata Anda (uveitis)
Peradangan pada kelopak mata Anda (blefaritis)
Mata merah (konjungtivitis)
Migrain
Saat mata berkedut, bagaimana cara menanganinya
Mendapatkan tidur yang cukup
Menjaga mata Anda terlumasi dengan tetes mata buatan atau obat tetes mata
Mengompres mata dengan kompres hangat saat kedutan dimulai

Penulis: jawapos

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *