Viral Bocah SD Jadi Tulang Punggung Keluarga, Lapas Sukabumi Ulurkan Tangan

SUKABUMI – Viralnya Nurin Elvani (7) siswi kelas satu sekolah dasar di Kota Sukabumi, mencuri perhatian berbagai pihak. Bagai mana tidak di usianya yang masih belia, anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Eliani Fitradewi (40) dan Ifan Surhalan (40) warga Jalan Gotongroyong, Gang Kecana RT4/RW3, Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh ini, sibuk berjualan demi menghidupi keluarganya.

Kabar itu pun, akhirnya mencuri perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi. Sekitar pukul 19.30 WIB, petugas Lapas yang langsung dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Sukabumi Ibnu Wibowo menyambangi kediaman Nurin untuk bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai. “Kami melakukan kunjungan untuk bersilaturahmi sekaligus menyalurkan sedikit bantuan sembako,” ungkap Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIB Sukabumi Ibnu Wibowo kepada Radar Sukabumi, Jumat (16/2).

Bacaan Lainnya

Cerita Siswi Kelas Satu SD di Kota Sukabumi, Nurin yang Rela Berjualan Demi Bantu Orangtua494 Warga Binaan Lapas Sukabumi Ikut NyoblosJaga Kesehatan, Lapas Sukabumi Cek Makanan dan Kebersihan Dapur

Penyaluran bantuan tersebut, lanjut Ibnu, merupakan salah satu bentuk kepedulian Lapas Kelas IIB Sukabumi terhadap warga sekitar khususnya yang membutuhkan. “Ya, kami merasa terpanggil untuk segera memberikan bantuan kepada pihak keluarga Nurin,” ujarnya.

Ibnu menilai, perjuangan anak tersebut patut diacungi jempol. Pasalnya, di usianya yang masih belia sudah bisa berjuang membantu perekonomian keluarga. “Kami sangat mengapresiasi semangat Nurin patut menjadi contoh bagi kita semua,” cetusnya.

Ibnu berharap, dengan adanya penyaluran bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi keluarga Nurin. “Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban keluarga Nurin,” harapnya.

Sementara itu, Ifan Surhalan orang tua Nurin Elvani mengapresiasi dan berterimakasih kepada Lapas Kelas IIB Sukabumi yang sudah peduli terhadap Nurin. “Kami sangat bersyukur kedatangan dari Lapas Sukabumi yang sudah peduli terhadap keluarga kami,” ucapnya.

Ifan mengaku, sejak kecelakaan pada 2019 silam baru pertama kali ini ada yang berkunjung dan memberikan bantuan. “Ya, baru pertama kali ini kami menerima bantuan. Karena itu, saya sangat berterima kasih kepada Lapas. Karena sejak kecelakaan kondisi saya tidak bisa bekerja seperti dulu lagi,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Nurin Elvani sejak bapaknya terlibat kecelakaan lalu lintas, ia bersikeras membantu ibunya mencari pundi-pundi rupiah dengan berjualan makanan ringan. Tanpa lelah dan malu, Nurin menawarkan makanan ringan tersebut dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp20.000 kepada orang yang dijumpainya. “Aku setiap hari berjulan keliling membantu ibu, karena bapak tidak bisa mencari napkah setelah kecelakaan ditabrak orang usai pulang bekerja,” lirih Nurin saat ditanya Radar Sukabumi.

Sejak Ifan Surhalan kecelakaan tiga tahun lalu, anak yang bercita-cita ingin menjadi Polisi Wanita (Polwan) ini menuturkan ibu bersama dirinya harus berusaha mencari napkah untuk menghidupi keluarga. “Sejak tiga taun lalu saya sama ibu suka dibawa berjualan, sampai sekrang bantuain ibu. Karena kasian,” tutupnya. (Bam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *