Harga Cabai Merah di Pasar Palabuhanratu Mulai Melonjak

SUKABUMI — Harga cabai merah besar di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mulai melonjak naik. Hal tersebut dikomfirmasi oleh Maulana pencatat harga sembilan bahan pokok pasar semi modern Palabuhanratu.

Menurutnya,  berdasarkan hasil pengecekan dilapangan harga cabai merah besar naik dari pekan sebelumnya Rp70 ribu per Kg menjadi Rp 100ribu per Kg pada pekan pertama di bulan Januari 2024 ini bahkan sempat mencapai Rp 120ribu per Kg.

Bacaan Lainnya

Cabai Rawit Mahal di Palabuhanratu Sukabumi Tembus Rp90 Ribu, Jelang NataruDi Pasar Palabuhanratu Sukabumi Harga Kebutuhan Pokok Kembali NaikPenyebab Harga Cabai di Palabuhanratu Kembali ‘Pedas’

Adapun faktor penyebab kenaikan harga cabai tersebut dari wawancara dengan sejumlah pedagang dikarenakan memang kebutuhan yang meningkat dampak keberkahan bulan rajab.

“Iya faktor bulan Rajab sekarang, terus masih terjadinya gagal panen sehingga stok itu berkurang tidak terlalu banyak, salah satunya itu,” ujar Maulana kepada Radar Sukabumi saat di wawancara, Kamis, (8/2).

Sementara, untuk jenis harga-harga bahan kebutuhan pokok dan penting lainnya sejauh ini masih terbilang stabil dan aman belum ada perubahan harga dalam beberapa pekan ini.

“Yang lain masih dibilang stabil sampai hari ini, mudah-mudahan saja menjelang bulan Ramadan harga kebutuhan pokok masih stabil Insya allah masih stabil,” jelasnya.

Untuk harga harga kebutuhan pokok dan penting lainnya yang tidak mengalami kenaikan atau masih stabil seperti beras premium Rp 14ribu per Kg, beras medium Rp 23ribu per Kg, Gula pasir Rp 17ribu per Kg, minyak Curah Rp 16ribu per Kg, Minyak goreng kemasan premium Rp 18ribu per Kg, Daging Sapi Rp 125ribu per Kg, Daging Kerbau Rp 130ribu per Kg, Daging ayam potong Rp 38ribu per Kg, Telur Ayam Rp 28ribu per Kg.

“Untuk jenis cabai merah kriting masih Rp 70ribu per Kg, cabai rawit merah Rp 80ribu per Kg, cabai rawit hijau Rp 30ribu per Kg, bawang merah Rp 30ribu per Kg, awang putih Rp 37ribu per Kg,” terangnya.

“Kita akan pantau terus harga harga sembako ini, untuk menghindari ataupun antisipasi jika terjadi kenaikan harga tidak wajar, terlebih jelang bulan Ramadan mendatang,” ucapnya.

Sementara itu Yulianis (40) salah satu pengunjung pasar warga Citepus menanggapi kenaikan harga cabai merah sebagai pedagang warung sangat membebankannya, pasalnya komoditas tersebut merupakan salah satu kebutuhan penting untuk memasak, untuk itu Ia berharap tidak ada lagi kenaikan harga sembako menjelang Ramadan yang tinggal beberapa bulan kedepan.

“Bingung saya membagi keuangan rumah tangga dengan warung, ini saya jualan, ini naiknya cukup mahal, mau gak mau paling mengurangi penggunaan cabai merah ini, semoga cepat turun lagi harganya stabil lagi,” singkat Yulianis. (ndi/d)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *