Belasan Remaja Diamankan Polres Sukabumi, Lakukan Aksi Konvoi Acungkan Sajam di Palabuhanratu

PALABUHANRATU – Sempat viral di media sosial belasan remaja yang konvoi mengunakan kendaraan roda dua dengan membawa senjata tajam hingga membuat masyarakat merasa resah, diamankan jajaran kepolisian Polres Sukabumi.

Dari sebanyak 13 remaja yang beberapa waktu yang lalu sempat viral di media sosial atas aksinya tersebut, sebanyak 7 orang berhasil di amankan kemudian dilakukan pembinaan oleh personel kepolisian sebelum diserahkan kepada orang tuanya masing masing.

Bacaan Lainnya

Polres Sukabumi Gencar Lakukan Razia Knalpot Brong, Ini AlasannyaBegini Upaya Kapolres Sukabumi Jaga Kamtibmas Dari Gangguan Geng MotorPolres Sukabumi Jaga Ketat Sidang Perkara Gugatan Perdata di PN Cibadak

Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro sesaat para remaja yang diduga pelaku aksi konvoi dengan membawa senjata tajam akan diserahkan kepada pihak orang tuanya berharap tidak hanya orang tua namun juga para guru untuk selalu mengawasi prilaku anak anaknya terutama pada saat berada di luar rumah.

AKBP Tony juga menegaskan di hadapan guru sekolah dan orang tua dari para remaja yang sempat membuat aksinya bikin resah masyarakat tersebut untuk selalu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Jadi jangan sampai, anak-anak kita berada di luar rumah tanpa pengawasan, saya berharap semua ikut menjaga kondusifitas kamtibmas,” ungkap Tony singkat. Selasa, (30/1).

Sementara itu kasi humas polres Sukabumi Iptu Aah Saepul Rohman mengungkapkan, belasan remaja yang berkonvoi menggunakan kendaraan bermotor roda sambil mengacungkan senjata tajam terjadi di jalan Pelita Cipatuguran Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

Kemudian, kata Aah dari adanya laporan masyarakat kepada jajaran kepolisian, kemudian personel dari Polres Sukabumi dan Polsek Palabuhanratu langsung melaksanakan penyelidikan dengan patroli gabungan.

“Tidak lama personel patroli gabungan berhasil mengamankan belasan orang yang diduga menjadi pelaku dalam vidio viral itu, beserta barang bukti nya senjata tajam berupa celurit,” ungkap Aah.

” Dari 13 orang pelaku, sebanyak 7 orang telah dilakukan pembinaan dan kemudian dikembalikan kepada orang tuanya,” imbuhnya.

Lanjut Aah, ke 7 orang remaja yang dilakukan pembinaan dan kemudian dikembalikan kepada orang tua dan juga pihak sekolah karena tidak terbukti membawa senjata tajam.

“Jadi tujuh orang ini hanya mengendarai sepeda motor, sedangkan 6 orang prosesnya berlanjut karena kedapatan membawa senjata tajam,” jelasnya. (Ndi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *