Unpad Buka Kuota 7.460 Maba

BANDUNG – Pada tahun akademik 2024 Universitas Padjajaran (UNPAD) membuka jalur penerimaan mahasiswa baru (PMB) melalui tiga jalur. Jalur yang dibuka oleh UNPAD tahun 2024 diantaranya, jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan jalur Seleksi Mandiri (SM).

Tiga jalur itulah yang akan dibuka oleh UNPAD dalam rangka penerimaan calon mahasiswa baru pada tahun akademik 2024.
Untuk tahun ini membuka kuota untuk calon mahasiswa baru (Maba) sebanyak 7.460 orang.

Bacaan Lainnya

Camat Ujungjaya Sumedang Gandeng Unpad, Kembangkan Peternakan DombaSMAN 3 Sukabumi Sabet Dua Kejuaraan Tingkat NasionalMahasiswi UNPAD, Ciptakan Sumber Inulin Dari Bonggol Pisang

Pada tahun ini juga dijelaskan bahwa akan ada perbedaan kebijakan dalam hal seleksi masuk UNPAD.

Sebagaimana keterangan perbedaan itu diungkapkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief S. Kartasasmita pada saat jumpa pers yang diselenggarakan di ruang Executive Lounge UNPAD di Kampus Iwa Koeseomasoemantri, Bandung, beberapa saat lalu.

Perbedaan yang terjadi dengan tahun sebelumnya mengenai kebijakan atas seleksi masuk untuk calon maba UNPAD pada tahun 2024.

Menurut Prof. Arief, pada jalur mandiri UNPAD tahun 2024 sudah tidak lagi menggunakan sistem ujian, melainkan sistem yang digunakan dengan menggunakan nilai SNBT untuk masuk jalur mandiri.

Atas perubahan yang terjadi pada seleksi masuk UNPAD tahun 2024, Prof. Arief mengingatkan kepada setiap calon mahasiswa baru yang sedang mempersiapkan untuk ikut serta seleksi mandiri UNPAD agar hendaknya ikut proses seleksi SNBT terdahulu.

“Jadi kalau dulu mau daftar seleksi masuk Unpad harus ujian lagi, sekarang murni menggunakan nilai SNBT, sehingga tidak perlu ujian dua kali. Ini yang berbeda dengan tahun lalu. Jadi mohon kalau mau ikut mandiri Unpad jangan sampai tidak ikut SNBT, karena kalau tidak nanti tidak bisa ikut mandiri Unpad,” ungkap Prof. Arief.

Selain perubahan yang terjadi pada seleksi mandiri, Prof. Arief juga menegaskan bahwa bagi setiap calon maba yang diterima pada jalur SNBP tapi tidak diambil, maka yang bersangkutan sudah tidak bisa mengikuti jalur SNBT dan Mandiri.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai upaya menghindari untuk tidak ada kuota yang sia-sia ketika terpakai oleh mahasiswa.

“Pokoknya satu sistem diterima, tetapi tidak diambil, maka sistem berikutnya tidak bisa ikut. Kalau sekarang tidak diambil maka dia semacam diblacklist baik oleh pemerintah atau oleh Unpad,” kata Prof. Arief.

Pada tahun 2024, UNPAD menambah kuota penerimaan mahasiswa seleksi pada jalur SNBP sebanyak 12,52%, hal tersebut merupakan peningkatan yang dibuat oleh UNPAD pada jalur SNBP.

Selain itu, pada tahun 2024 UNPAD membuka kuota untuk calon mahasiswa baru sebanyak 7.460 orang.

“Memang kami tambah karena kami akan memberikan perhatian-perhatian khusus pada kalangan calon mahasiswa yang selama ini kurang mendapat perhatian di Unpad. Sebagai contoh difabel atau dari golongan masyarakat yang belum memiliki anggota keluarga yang pernah kuliah,” ungkap Prof. Arief.

Kesempatan untuk masuk UNPAD tidak terbatas pada program sarjana saja, melainkan juga UNPAD membuka kesempatan untuk 996 calon maba pada program sarjana terapan atau vokasi.

Pada proses seleksi masuk untuk program sarjana terapan, UNPAD membuat kebijakan baru yaitu seleksi pada program sarjana terapan tidak terbatas pada jalur mandiri saja, melainkan juga terdapat pada jalur SNBP dan SNBT.

“Jadi untuk teman-teman yang mau masuk vokasi maka jangan khawatir. Karena dulu harus membayar Iuran Pengembangan Universitas untuk mandiri, sekarang kalau masuk ke program nasional tidak perlu membayar itu,” jelas Prof. Arief.

Perubahan yang terjadi di UNPAD sebagai upaya UNPAD untuk memperbaiki sistem yang ada, selain itu jangan lewatkan kesempatan yang ada yaitu UNPAD membuka kuota 7.460 untuk calon maba. (jpg)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *